Diberitahukan Kepada Alumni SMK Negeri 2 Kebumen yang belum mengambil Ijazah untuk segera mengambil di kampus SMKN 2 Kebumen pada hari dan jam kerja.
Jam Kerja SMKN 2 Kebumen
Senin s.d Kamis – 07:00 s.d 15.30 WIB
Jumat – 07:00 s.d 14:00 WIB
Diberitahukan Kepada Alumni SMK Negeri 2 Kebumen yang belum mengambil Ijazah untuk segera mengambil di kampus SMKN 2 Kebumen pada hari dan jam kerja.
Jam Kerja SMKN 2 Kebumen
Senin s.d Kamis – 07:00 s.d 15.30 WIB
Jumat – 07:00 s.d 14:00 WIB
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan Best Practice dengan judul “ Pengaruh kemajuan Iptek terhadap NKRI “ Pada Kelas XI1 Melalui Pendekatan Saintifik Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berorientasi HOTS Pada Mata Pelajaran PPKn di SMKN 2 KEBUMEN Tahun Pelajaran 2021/2022 “ dapat tersusun dengan baik.
Laporan Best Practice ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu LK dalam PPG (Pendidikan Profesi Guru) dalam jabatan
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Proses penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.
Kebumen, Desember 2021
Penulis
Dokumen dalam bentuk pdf dapat diunduh pada tautan berikut ini:
Best Practices – Sri Hastuti.pdf

Kebumen, (21/12/21) SMK Negeri 2 Kebumen menyerahkan peserta PKL periode satu yang terdiri dari kelas XI TITL 1, XI TITL 2, XI TP 1, XI TP 2, XI TKRO 1, XI TKRO 2 dan XI TAV 1 ke dunia usaha dan dunia industri (DUDI) tempat PKL masing-masing. Sekolah diwakili oleh guru pembimbing yang ditunjuk sekolah menyerahkan peserta PKL ke pembimbing industri atau pimpinan dunia usaha dan dunia industri. Penyerahan dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 21-22 Desember 2021 secara serentak dengan jumlah peserta PKL sebanyak 246 peserta yang tersebar di 45 dunia usaha dan industri.
Kegiatan penyerahan menjadi tanggung jawab guru pembimbing. Guru pembimbing memperkenalkan diri dan peserta PKL dengan pihak dunia usaha dan dunia industri. Guru pembimbing memberikan informasi jadwal pelaksanaan PKL periode satu yaitu 21 Desember 2021 s/d 12 Maret 2022. Guru pembimbing selanjutnya menyerahkan secara simbolik peserta PKL ke dunia usaha dan dunia industri. Tak lupa guru pembimbing memohon bantuan dan bimbingan ke dunia usaha dan dunia industri untuk bisa memberi pembelajaran lapangan ke peserta PKL. Serta memohon maaf akan keterbatasan peserta PKL dalam kemampuan awal mengikuti PKL.
Kegiatan penyerahan bisanya bersifat komunikasi dua arah. Guru pembimbing menyerahkan peserta PKL. Dunia usaha dan dunia industri menerima peserta PKL. Diskusi antara guru pembimbing dan pembimbing industri sering sekali menjadi bahan masukan untuk menyiapakan peserta didik SMK Negeri 2 Kebumen lebih baik lagi. Diskusi utama dalam menyerahan tersebut berisi rencana kegiatan PKL yang dilakukan oleh peserta PKL ke depannya. Salah satu guru pembimbing Bapak Yanuardi Yogi Prabawa, S.Pd. terlihat menyerahkan peserta PKL atas nama Akhmad Mualif, Amam Adibi Fauzani, Arif Mujiyono, Cahaya Tri Andana Warih, Retno Jamilah, Ridho Rizal Nursidiq, Tri Septiani, Wachid Nuril Alfarizi ke pembimbing industri Bapak Mujiono dari PT KAI (persero) DEPO KUTOARJO dalam foto diatas. Peserta PKL ke depan akan melakukan pekerjaan terkait mekanik, interior, dan elektronik yang ada di PT KAI (persero) DEPO KUTOARJO. Berikut ini foto-foto kegiatan penyerahan peserta PKL di tempat yang lain.


Konstributor : eNHa
SMK N 2 KEBUMEN – Sebanyak 30 (tiga puluh) siswa SMK N 2 Kebumen mengikuti Giat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesi (UKBI). Sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa selaku penyelenggara, bahwa Giat UKBI Siswa SMK N 2 Kebumen dilaksanakan pada Senin, 13 Desember 2021 pukul 08.00 s.d 10.00 WIB. Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut antara lain untuk menyetarakan bahasa Indonesia agar sejajar dengan bahasa-bahasa besar di dunia serta memupuk sikap positif dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap bahasanya.
Giat UKBI Adaptif merupakan tes untuk mengukur kemahiran berbahasa penutur bahasa Indonesia yang desain ujinya disesuaikan dengan estimasi kemampuan peserta uji, mulai dari kemahiran yang terendah hingga kemahiran yang tertinggi. UKBI Adaptif dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang pelaksanaan ujinya dilakukan secara daring.
Adapun teknis ujinya yaitu setiap peserta akan mendapatkan sejumlah soal dan waktu uji yang berbeda sesuai dengan estimasi kemampuannya. Misalnya, saat peserta mengikuti Seksi I Mendengarkan, pada tahap awal peserta uji akan mengikuti satu teslet uji yang berisi lima butir soal. Jawaban peserta atas lima butir soal tersebut akan menentukan jenis teslet uji selanjutnya yang akan diterima peserta uji, apakah dilanjutkan dengan karakteristik soal yang lebih mudah, setara, atau lebih sulit. Pada saat peserta uji berada dalam jenjang teslet yang setara secara berturut-turut selama dua kali, tes berhenti untuk peserta uji yang bersangkutan. Jumlah maksimal teslet uji yang dikerjakan peserta adalah 9 pada Seksi Mendengarkan dengan waktu maksimal sejumlah 30 menit. Setelah menyelesaikan tahapannya peserta mendapatkan sertifikat digital yang secara otomatis pula akan dikirim melalui pos-el atau melalui akun peserta dalam aplikasi. Sertifikat ditandatangani oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Semua siswa yang mengikuti Giat UKBI Merdeka ini tampak sangat antusias dan bersungguh-sungguh sejak persiapan sampai pelaksanaan uji. Persiapan dilakukan dengan mengajak siswa mengenal UKBI yang disampaikan oleh Bapak Sudarno, S.Pd.Ina pada Sabtu, 11 Desember 2021. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan mandiri yang diikuti siswa melalui laman https://laporandataukbi.kemdikbud.go.id/seripelatihan/.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan kesungguhan tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Beberapa siswa mendapatkan nilai dan peringkat kemahiran berbahasa Indonesia di atas standar kemahiran siswa SMA, yakni “Madya”. Puspa Amalia, salah satu peserta giat UKBI, mendapatkan peringkat “Sangat Unggul” dengan mendapatkan nilai akhir 664 dari tiga seksi uji yang diikutinya, yaitu seksi I (mendengarkan), seksi 2 (merespons kaidah), dan seksi III (membaca). Selain itu, ada 5 siswa yaitu Agus Darmayanti, Argha Hendriandika, Latif Rosidi, M. Alfan Nurohman, dan Tri Utami mendapatkan peringkat “Unggul”.
[row]
[column lg=”6″ md=”12″ sm=”12″ xs=”12″ ]

[/column]
[column lg=”6″ md=”12″ sm=”12″ xs=”12″ ]
[/column]
[/row]
Konstributor: PND

SMK Negeri 2 Kebumen akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) periode satu. Peserta PKL sebelum berangkat ke tempat masing-masing diwajibkan berkoordinasi dengan guru pembimbing yang telah ditunjuk oleh sekolah. Khusus peserta PKL yang melaksanakan PKL diluar daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta langsung dibimbing oleh tim pokja PKL SMK Negeri 2 Kebumen. Selain itu, sekolah juga mengundang orang tua atau wali kelas datang ke sekolah.
PKL periode satu ini ada dua indutri yang dari luar Jawa Tengah dan Yogyakarta yaitu di Arindo Anugrah Tehnik Tangerang dan CV Akar Jaya Perkasa Jakarta. Orang tua atau wali peserta PKL diharuskan datang ke sekolah sebelum berangkat ke tempat PKL. Hal ini bertujuan untuk memastikan izin PKL diluar wilayah dari orang tua, pembahasan teknis PKL, pembiayaan pribadi peserta PKL menjadi tanggung jawab orang tua/wali murid, pengawasan dan monitoring pelaksanaan PKL secara bersama-sama antara sekolah dan orang tua. Hal ini sebagai bentuk kolaborasi orang tua dan sekolah dalam pelaksanaan PKL. Sehingga permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan PKL menjadi tanggung jawab bersama.
Hari ini orang tua dari peserta PKL diluar wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta telah datang ke sekolah. Beberapa orang tua menanyakan tentang PKL ke Wakil Kepala Sekolah Hubungan Industri. “Pak, besuk apakah anak saya kos disana?” tanya salah satu orang tua. “ini kebetulan tempat yang akan digunakan PKL telah menyediakan mess/asrama” jawab Bapak Subagiyo Budi Wahono, S.Pd., M.Pd. Hasil pertemuan itu adanya kesepakatan yang tertuang dalam surat pernyataan orang tua.
Setelah berakhirnya pertemuan orang tua dengan pihak sekolah, peserta PKL pun diberi arahan oleh Wakil Kepala Sekolah Hubungan Industri. Isi dari arahan tersebut adalah peserta didik harus menjaga nama baik almamater, disiplin bekerja, ramah dan sopan satun serta yang paling penting jangan tinggalkan doa dan ibadah.
[row]
[column lg=”6″ md=”12″ sm=”12″ xs=”12″ ]

[/column]
[column lg=”6″ md=”12″ sm=”12″ xs=”12″ ]
[/column]
[/row]
Konstributor: eNHa